Program Magister Manajemen UMUS Brebes Disosialisasikan di SMK 2 Songgom: Akses S2 Kini Lebih Dekat

Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi jenjang Strata 2 (S2), Program Magister Manajemen (MM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar sosialisasi di SMK Negeri 2 Songgom pada Jumat, 2 Mei 2025. Kegiatan yang diikuti 35 guru ini memaparkan visi, misi, kurikulum, dan prospek lulusan program S2 MM UMUS.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pascasarjana UMUS dan manajemen SMK Negeri 2 Songgom. Kepala sekolah, Wigit Marseto Adji, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu kelembagaan.
“Kami menyambut baik program Magister Manajemen UMUS karena sangat relevan dengan kebutuhan guru, khususnya dalam pengembangan kompetensi manajerial dan kepemimpinan pendidikan. Ini kesempatan emas yang harus dimanfaatkan,” ujar Wigit.

Dukungan juga datang dari Kepala Biro Administrasi dan Tata Usaha, Teguh Haryanto, S.Pd., yang menegaskan kesiapan sekolah memfasilitasi guru yang berminat melanjutkan studi, termasuk dalam hal administrasi dan pengaturan waktu belajar agar tak mengganggu proses pembelajaran.
Ketua Program Studi MM UMUS, Dr. Sutikno, M.Pd., menyampaikan harapan agar SMK Negeri 2 Songgom menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi program MM: mencetak lulusan unggul, profesional, dan berdaya saing global.
“Program kami dirancang untuk menjawab tantangan era disrupsi dan Society 5.0. Kami fokus pada aspek akademik sekaligus penguatan soft skills, kepemimpinan inovatif, dan manajemen digital. Sosialisasi ini adalah awal kolaborasi jangka panjang,” jelas Dr. Sutikno.
Ia juga memaparkan rencana strategis, antara lain: membuka kelas khusus di wilayah Songgom jika kuota mencukupi, menyediakan jadwal kuliah yang fleksibel bagi guru aktif, serta merancang modul berbasis blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan luring.
Salah satu guru senior, Sahjori, S.Pd., menyambut positif program ini. Menurutnya, keberadaan UMUS Brebes menjawab tantangan nyata yang selama ini dihadapi guru terkait akses dan fleksibilitas studi lanjutan.
“Banyak guru punya semangat belajar tinggi, tapi terhambat jarak dan waktu. Program ini menjadi solusi konkret,” ungkap Sahjori.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif seputar proses pendaftaran, beasiswa, dan prospek karir. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa inisiatif UMUS Brebes menjawab kebutuhan riil para pendidik di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.
